Pengertian Account Receivable Dan Account Payable

Account Payable dan Account Receivable

Dalam proses bisnis, terdapat beberapa elemen yang digunakan agar proses produksi dan transaksi perusahaan berjalan dengan lancar, termasuk proses jual beli yang mempengaruhi cashflow perusahaan. Dalam dunia keuangan, utang-piutang adalah hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Dalam akuntansi, istilah ini disebut dengan Account Receivable (AR) dan Account Payable (AP).

Apa itu Account Receivable dan Account Payable, dan apa saja jenis-jenis AR dan AR? Pada sesi ini kita akan membahas lebih lanjut terkait hal tersebut.

Account Receivable (AR)

Account Receivable

Account Receivable adalah transaksi yang tercatat yang menjadi dasar perusahaan menerima uang. Umumnya, account receivable juga disebut dengan istilah piutang usaha atau yang merupakan jenis transaksi penagihan kepada konsumen yang telah berhutang. Pihak yang memberi utang kepada perusahaan bisa jadi berasal dari perseorangan, perusahaan lain atau organisasi. Dalam sales marketing, ketika perusahaan membuat perintah penjualan, maka account receivable tidak akan tercatat. Namun, AR akan tercatat apabila customer telah membeli dengan menyicil atau melakukan pembayaran secara langsung pada awal transaksi.

Jika pembayaran dari customer dilakukan setelah barang diterima, maka proses account receivable hanya akan tercatat ketika menggunakan invoice terhadap perusahaan saja. Saat ini, banyak perushaan yang melakukan penjualan dengan kredit guna menjual lebih banyak barang atau jasa mereka. Secara garis besar, account receivable biasanya dimiliki oleh perusahaan dengan masa piutang yang tertagih dalam 30-60 hari.

Apa saja ciri-ciri Account Receivable

Apa saja ciri-ciri Account Receivable

1. Nilai Jatuh Tempo

Nilai jatuh tempo adalah penjumlahan dari sebuah nilai transaksi utama yang ditambahkan dengan nilai bunga dan dibebankan untuk dibayar pada tanggal jatuh tempo. Ketika pembeli melakukan transaksi menggunakan kredit, mereka tidak hanya membayar jumlah barang yang telah mereka beli, namun mereka juga membayar nilai bunga karena mereka telah meminta waktu untuk membayar barang tersebut pada tanggal jatuh tempo.

2. Tanggal Jatuh Tempo

Tanggal jatuh tempo diartikan sebagai hari pembayaran dimana perusahaan harus menagih kewajiban pada pihak yang lain. Jika pihak tersebut melakukan keterlambatan dihari pembayaran, perusahaan dapat menerapkan system denda.

3. Umur Jatuh Tempo

Dalam account receivable, umur jatuh tempo dapat diartikan sebagai hari penagihan yang dapat diketahui dari lamanya piutang. Umur jatuh tempo menggunakan dua jenis pengukuran waktu, yaitu hari dan bulan. Jika piutang berumur bulanan, maka tanggal jatuh temponya sama dengan tanggal pembelian dengan menggunakan kredit, yang akan dipotong perbulan. Jika piutang berumur harian, maka tanggal jatuh temponya dihitung secara pasti atau harian.

Account Payable (AP)

Accounts Payable

Account Payable adalah kewajiban perusahaan terhadap pihak lainnya yang harus segera dipenuhi dalam waktu yang telah ditentukan. Account payable juga istilah yang sering digunakan dalam hitang piutang dagang.

Ini terjadi apabila perusahaan membeli barang atau jasa secara kredit dari pihak lain dan menjual barang atau jasa tersebut kepada konsumen. Account payable juga dapat dijelaskan pada jumlah yang terutang seperti;

  • Perusahaan di bidang perdagangan atas pembelian barang jadi
  • Perusahaan di bidang produksi/pabrik atas pembelian barang atau bahan baku

Account payable tidak hanya terjadi pada pembelian menggunakan kredit, account payable juga terjadi dengan pembelian menggunakan system uang muka atau down payment dimana pembayaran dilakukan sebelum menerima barang atau yang biasa disebut cash before delivery.

Berbeda dengan account receivable, account payable tidak dicatat pada saat pemesanan dilakukan, namun dicatat ketika kepermilikan atas barang tersebut beralih kepada pembeli atau telah diterima oleh pihak pembeli. Untuk penjelasan lebih lanjut, ketika adanya potongan pembelian secara tunai, maka account payable harus dilaporkan sebesar total hutang dagang yang dikurangi potongan tunai.

Kesimpulan

Account receivable atau yang biasa disebut ‘piutang’ merupakan akun asset perusahaan berupa uang yang harus dibayar oleh pelanggan kepada perusahaan. Account payable yang biasa disebut ‘hutang’ adalah akun kewajiban perusahaan dimana mereka berutang pada bisnis lain dan harus dibayar dalam jangka waktu yang telah ditentukan bersama. Account receivable terjadi ketika perusahaan menjual suatu barang, sedangkan account payable terjadi ketika perusahaan membeli barang.